close

Sejarah Singkat Koran Jambi dan Media Online yang Saling Menghimpit

Update: 22 Mei 2020

kliping koran jambi lama


Pra dan pasca kemerdekaan RI, pertumbuhan koran di Indonesia makin meningkat. Di Provinsi Jambi, ada banyak koran-koran stensilan yang terbit memenuhi kebutuhan pembaca. Tetapi, lambat laun, koran mulai terpinggirkan oleh saingan-saingannya yang makin banyak.

Pertama "serangan" televisi. 

TV berusaha merebut pangsa pasar kebutuhan informasi di Indonesia. Termasuk di Jambi. Era 80-an, menjadi seleksi alam yang "ganas" bagi koran-koran termasuk di Provinsi Jambi.


Pertumbuhan televisi swasta plus TVRI, membuat koran makin terjepit. Di sela-sela itu, sebagian koran malah tumbuh dengan pesat.

Menerapkan sistem revitalisasi media koran, Jawa Pos menjadi penggebrak dan pencetus pertumbuhan koran. Bahkan, kalau ada catatan sejarah yang mencatat, Jawa Pos bisa jadi "Ibu" bagi surat kabar-surat kabar di daerah.

Di Provinsi Jambi, redaksi mencatat setidaknya ada Warta Massa dan Independent yang mengawali kejayaan koran lokal. Setelah Independent bergabung dengan Jawa Pos Group, koran ini melesat meninggalkan "sanak tua"-nya Warta Massa.

Setelah "melahirkan" Independent, Independent kemudian "hamil" dan melahirkan "anak-anak" yang makin mengukuhkan kukunya di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Adalah Jambi Ekspress pertama lahir dari "rahim" Independent.

Koran ini melesat cepat, hampir menyamakan posisi induknya, Jambi Independent. Tetapi, tak berapa lama, lahir pula Pos Metro. 

Koran generasi ke empat Jawa Pos ini, mengambil segmen hukum dan kriminal. Tak butuh waktu lama bagi Pos Metro untuk benar-benar menguasai pasar pembaca kriminalitas di Provinsi Jambi.

Sementara, di tengah cepatnya pertumbuhan koran-koran anak beranak Jawa Pos, koran nasional yang menyebar di Provinsi Jambi kian lama kian turun tirasnya.

Beberapa koran nasional yang masih ada di Provinsi Jambi di tahun 1990-an, antara lain: Kompas, Republika, Suara Karya, Media Indonesia, Suara Pembaharuan dan beberapa koran lain. Majalah Tempo juga masih eksis di Jambi kala itu.

Setelah Pos Metro, lahir lagi dari rahim Jambi Ekspress koran-koran lokal tingkat Kabupaten. Lalu Independent yang sudah berganti nama menjadi Jambi Independent, tak mau kalah, membuat juga koran-koran lokal tingkat 2. 

Jadilah hampir seluruh daerah di Provinsi Jambi dikuasai oleh Jawa Pos Group yang dikomandoi Jambi Independent dan Jambi Ekspress.

Sampai akhirnya badai televisi berlalu. Koran selamat dari badai yang mengancam dan mematikan itu.

Lalu di tahun 2010, ancaman baru kembali muncul. Pertumbuhan media online atau media daring (media dalam jaringan) kian pesat. Dimulai oleh Detik.com, media online berbasis website ini terus hadir dalam waktu cepat dan menggurita di hampir seluruh daerah di Indonesia.

Jambi mulai "dihantui" media online.


Era Media Online di Provinsi Jambi

Jauh sebelum media online di Provinsi Jambi berkembang pesat, ada dua situs atau website tua yang lebih dulu membuka gerbang informasi via online.

Tak banyak yang tahu. Namun, bagi penggiat media cetak dan online senior di Provinsi Jambi, akan mengenal nama situs atau domain : Koranjambi.com (situs ini) dan Angsoduo.net.

Capture koranjambi.com tahun 2002


Dari situs archive.org, koranjambi.com diketahui sudah berselancar di Provinsi Jambi pada tahun 2002, atau 18 tahun lalu.  

Sempat menguasai pembaca online yang masih sangat minim ketika itu, Koranjambi.com akhirnya mengalah dengan keadaan. Hanya setahun bertahan, situs media online tertua di Provinsi Jambi ini akhirnya "padam" dengan sendirinya.

Tiga tahun kemudian, 2005, muncul lagi satu situs yang membawa semangat yang sama. Namun beda misi.

Capture angsoduo.net tahun 2005


Adalah Angsoduo.net. Situs ini selain menyajikan berita-berita terbaru, juga lebih fokus pada seni, budaya dan pariwisata Jambi.

Namun nasibnya sama dengan Koranjambi.com. Angsoduo.net "kalah" sebelum berperang. 

Padahal, kala itu, Angsoduo.net hampir menyamai Cybersastra.net, sebagia media sastra online pertama di Indonesia.

Dua situs ini (koranjambi.com dan angsoduo.net), kalau boleh disimpulkan, adalah pelopor media-media online se-Provinsi Jambi yang kini tumbuh bak jamur di musim hujan. 

Cukup sebatas ini dulu pembahasan sejarah singkat koran dan media online di Provinsi Jambi. Nanti redaksi akan menulis lebih rinci setelah mendapat data lengkap dari berbagai pihak berkompeten.(red)

Tidak ada komentar