Penipuan Via Aplikasi Michat Meningkat, Puluhan Pria Tertipu ~ KORANJAMBI.COM

Jumat, 24 Juli 2020

Penipuan Via Aplikasi Michat Meningkat, Puluhan Pria Tertipu

ilustrasi-prostitusi

Aplikasi Michat kian hari kian banyak disalahgunakan. Teranyar, aplikasi ini sering digunakan pelaku penipuan dengan modus menjadi pekerja seks komersial (PSK). Setelah transkasi via Michat, korban mentransfer uang, pelaku langsung menghilang.

Seorang manajer Hotel Luminor, yang juga merupakan ketua bidang pembinaan Persatuan Hotel Jambi (PHJ), Dedi Warza, mengaku, ia pernah tiba-tiba didatangi seorang pria yang mengaku sudah mentransfer atau membooking PSK via aplikasi Michat.
Dedi yang didatangi pria itu kaget. Ia bahkan bersitegang dengan korban gara-gara korban memaksa mau masuk ke kamar yang sudah dibookingnya via PSK palsu tersebut. Padahal, kamar yang disebut korban adalah meeting room atau ruang pertemuan.
“Kasus ini dari tahun 2019, tibo-tibo datang pria dengan struk transferan mau masuk kamar. Kamar yang disebutnyo itu meeting room. Tetap dio dak percayo. Akhirnyo kami bawa dio ke ruangan itu, baru dio percayo,” ungkapnya, saat ditemui di Luminor, Kamis (23/7/2020).
Hingga tahun 2020 ini, terhitung sudah 10 orang yang datang ke sini dan mencari dirinya. Bukti transferannya pun bervariatif dari Rp 200 ribu sampai Rp 2 juta.
Ia juga heran karena nama dan jabatan yang disebut pelaku ke korban adalah benar.
Kata Dedi, pihaknya kadang merasa bingung dengan korban, karena tiba-tiba memberi bukti transferan ke resepsionis dan security.
“Akhirnya kita suruh melapor ke Kepolisian, namun korban tidak mau,” lanjutnya.
Merasa heran, pihaknya pun pernah menelusuri nomor rekening yang ditransfer oleh korban.
“Kita pernah tracking, yang punyo rekening itu ternyata orang Makassar,” bebernya.
Hingga akhirnya, Dedi pun menghadiri rapat semua manager hotel di Jambi. Di dalam pembahasannya, rara-rata semua manager hotel mengaku pernah mengalami hal serupa.
Dedi berharap, kasus ini segera terungkap dan berakhir di tangan polisi.
“Aku belum mau ngelapor. Tapi setiap orang yang bawa bukti transferan dengan niat mau memboking cewek itu, kami sarankan lapor ke polisi. Agar segera terbongkar sindikat ini,” harapnya.
Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi, menyatakan, hingga saat ini kasus yang dimaksud belum sampai ke pihakanya.
“Harus buat laporan dulu, biar dipelajari,” tandasnya.