close

Al Haris: Kopi Merangin Siap Go Internasional


Penyerahan bantuan program sosial Bank Indonesia (BI) sarana dan prasarana pengembangan klaster kopi kepada Koperasi Cahaya Puncak Merangin di Desa Talang Tembago, dilakukan hari ini, Rabu (5/8/2020). 

Bantuan yang diserahkan ini, berupa rumah jemur kopi (dome), mesin pengupas kopi (pulper), mesin penepung kopi (grinder) dan mesin generator (genset).

Gusdi Warman, selaku Ketua Koperasi Cahaya Puncak Merangin mengatakan jika kopi kita selalu menjadi juara nomor satu di lomba kopi tingkat nasional. 

"Tahun 2018 yang lalu nilai tertinggi menjadi juara satu di SCAI di Bali, tahun 2019 di Bandung Kopi Robusta juga mendapatkan juara satu lagi pada lomba Microlot SCAI. Lomba tahun 2018 kita melombakan fine robusta pengolahan full wash, pada tahun 2019 kita melombakan fine robusta pengolahan honey dan alhamdulillah kedua-duannya mendapat juara satu," kata Gusdi.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Merangin, Al Haris yang telah memberikan reward yang tak kami sangka-sangka, yakni pembangunan gudang kopi. 

"Potensi pasar kopi robusta lumayan sangat besar, pada 2020 ada dua pembeli tujuan ekspor datang dari PT Nabu yang memenuhi kebutuhan pasar Jerman minta 18,5 ton dalam sebulan satu kali pengiriman dan eksportir dari Inggris. Namun kita belum bisa memenuhi karena kita belum sanggup untuk memenuhi permintaan yang sebanyak ini," bebernya.

"Sebenarnya Bumdes kita bisa mendistribus fine robusta ini dan kita butuh, alat-alat penjemuran dan tempat stock kopi atau gudang kopi, demi memenuhi kebutuhan kopi kita ini," tambahnya.

Pihak Bank Indonesia pada kesempatan ini mengapresiasi kopi robusta Merangin yang bisa menjadi juara satu, pada dua kali berturut-turut dalam lomba kopi tingkat nasional.

"Kami Bank BI di daerah diminta untuk pengembangan salah satu produk unggulan dan salah satunya kopi untuk meningkatkan perekonomian daerah," kata pihak Bank BI yang hadir.

Sementara itu, Bupati Merangin, Al Haris mengatakan pada tahun 2015 yang lalu kami Apkasi membuat acara di Senayan Festival Kampung Kopi dan saya menjadi panitianya. Habis acara itu disampaikan Al Haris mereka bertemu dengan para duta besar luar negeri dan ternyata penggemar kopi robusta banyak dari Timur Tengah.

Lanjut Al Haris, pada saat itu ada pengusaha dari Aljazair minta kontrak robusta ke kita, namun dirinya belum berani karena elum mempunyai sertifikat Indikasi Geografis (IG) kopi kita saat itu. Lalu, ada tahun 2017 kita baru mengurus IG dengan bekerjasama para pecinta kopi dan LSM yang ada di merangin dan di tahun 2018 baru bisa ke Kemenkumham.

Sertifikat IG ini, dikatakannya hingga saat ini masih ditunggu, karena belum keluar. Jika sudah keluar maka produk kita lebih terjamin lagi dan memiliki khas tersendiri untuk kopi robusta Jangkat merangin ini.

"Saya tertarik dengan permintaan koperasi agar kopi kita bisa di ekspor. Bappeda tolong di anggarkan APBDP 2020 ini untuk biaya pelatihan bagi petani kopi kita, agar SDM yang siap pakai, sehingga dalam pengolahan kopi kita bisa siap ekspor," ujarnya.

"Gudang kopi akan kita siapkan juga, dan ini adalah hadiah dari kami untuk kelompok yang sudah juara di tingkat nasional dan sesuai dengan janji saya waktu dulu. Jika SDM kita sudah dilatih diharapkan agar bisa lebih lagi kualitas dalam hasil pengolahan kopi ini. Jika IG kita keluar kita sudah siap pakai, sehingga kopi kita bisa untuk go ekspor internasional," timpalnya lagi.

"Mohon kepada petani agar dalam pengolahan tetap menjaga mutu kopinya. kita berharap kelak bahwa kopi kita bisa menjadi salah satu sektor yang bisa membantu pembangunan daerah kita," tandasnya.

sumber : www.wewo.win

Tidak ada komentar