Mensos Juliari Batubara Terjerat Bansos Corona, Dapat Fee Rp 10 Ribu per Paket Sembako

mensos juliari batubara tersangka bansos corona

Koranjambi,com, Menteri Sosial Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap bantuan sosial Korona. PDI Perjuangan sebagai tempat Juliari bernaung menghormati proses hukum.

"Partai menghormati seluruh proses hukum yang sedang berlangsung. Hukum adalah jalan peradaban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Siapa pun wajib bekerja sama dengan upaya yang dilakukan oleh KPK tersebut," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Minggu (6/12/2029).

KPK sebelumnya telah menetapkan Juliari sebagai tersangka kasus suap bantuan sosial Korona. Saat ini Juliari sedang diperiksa penyidik KPK.

"Iya benar, masih diperiksa tim penyidik," kata juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Minggu (6/12).

uang barang bukti bansos corona yang diamankan

KPK menetapkan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara sebagai tersangka kasus dugaan suap bantuan Corona. KPK mengatakan, dalam transaksi haram ini, disepakati fee sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket.

"Untuk fee tiap paket Bansos disepakati oleh Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket bantuan sosial," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (6/12/2020) dini hari.

Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) merupakan pejabat pembuat komitmen dalam proyek bantuan Corona yang ditunjuk langsung oleh Mensos Juliari Batubara. Kemudian, Firli mengatakan Matheus Joko Santoso dan Adi membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa supplier sebagai rekanan yang di antaranya Ardian, Harry Sidabuke, dan PT RPI, yang diduga milik Joko Santoso sendiri. Penunjukan PT RPI itu diduga diketahui oleh Juliari Batubara (JPB) dan Adi.

Firli menjelaskan pada pelaksanaan paket bantuan Corona periode pertama, diduga diterima fee sebesar Rp 12 miliar. Mensos Juliari Batubara diduga turut menerima uang senilai Rp 8,2 miliar turut diterima Mensos Juliari.

"Pada pelaksanaan paket Bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS kepada JPB melalui AW dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar," sebutnya.

Tak hanya itu, Firli mengatakan pada pelaksanaan periode kedua, diduga sudah terkumpul uang dari Oktober sampai Desember 2020 sekitar Rp 8,8 miliar yang dikelola oleh Eko dan Shelvy selaku orang kepercayaan Mensos Juliari Batubara. Uang Rp 8,8 miliar itu diduga akan dipakai untuk keperluan Mensos Juliari Batubara.

"Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Saudara JPB," tutur Firli.

KPK menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus suap bantuan Corona ini. Berikut identitas para tersangka:

Sebagai Penerima

1. Mensos Juliari Peter Batubara

2. Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Matheus Joko Santoso

3. Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Adi Wahyono

Sebagai Pemberi

1. Ardian I M (swasta)

2. Harry Sidabuke (swasta)

(*)



Sumber Detik.com