Pelopor Konsultan Politik, LSI Selalu Akurat Dalam Lakukan Hitung Cepat ~ KORANJAMBI.COM

Kamis, 10 Desember 2020

Pelopor Konsultan Politik, LSI Selalu Akurat Dalam Lakukan Hitung Cepat

lsi akurat dalam melakukan hitung cepat

Koranjambi.com, Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (Cikom-LSI) Network Denny JA, Toto Izul Fatah memastikan bahwa berdasarkan hasil hitung cepat pasangan Al Haris - Abdullah Sani memenangkan Pilgub Jambi yang digelar pada Rabu, 9 Desember 2020.

"Kami berani mempertanggungjawabkan hasil kerja kami. Kami sudah berpengalaman ratusan kali melakukan survei maupun hitung cepat," ujarnya pada Rabu, 9 Desember 2020.

Baca Menang Hitung Cepat, Al Haris Minta Pendukungnya Tidak Euforia

Lingkaran Survei Indonesia (disingkat LSI) adalah lembaga survei dan konsultan politik terkemuka di Indonesia. LSI didirikan pada tahun 2005 oleh Denny JA merupakan pelopor konsultan politik di Indonesia. 

Keakuratan hasil survei maupun hitung cepat LSI memang tidak diragukan lagi. Tidak pernah meleset sejak lembaga itu berdiri. Saat ini, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) berkembang menjadi 6 anak usaha, yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Konsultan Citra Indonesia (KCI), Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP), Citra Publik Indonesia (CPI), Citra Publik Advertising (CPA) dan Citra Komunikasi LSI (Cikom).

Salah satu contoh yang jelas pada Pilpres 2019 lalu. Hasil rekapitulasi KPU

Jokowi - Ma'ruf: 85.607.362 suara atau 55,5 persen sementara Prabowo - Sandiaga: 68.650.239 suara atau 44,5 persen. 

Hasil rekapitulasi itu boleh dibilang akurat dengan hasil hitung cepat LSI Denny JA yaitu

Jokowi - Ma'ruf: 55,81 persen dan Prabowo - Sandiaga: 44,19 persen.

“Margin error kami biasanya bisa minus 1 persen atau plus 1 persen. Tidak meleset dari 1 persen,” ujar Toto.

Baca Update Real Count C1 KPU Jambi, Haris-Sani Unggul 38,6 Persen - Suara Masuk 34,18 Persen

Lembaga survei lainnya, beberapa di antaranya pernah meleset melakukan survei maupun quick count. Sebut saja misalnya, Charta Politica yang didirikan pada tahun 2008 pernah meleset melakukan survei pada Pilkada DKI tahun 2017 lalu.

Lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei menjelang pencoblosan Pilgub DKI Jakarta. Hasilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memperoleh elektabilitas 47,3 persen. Disusul Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebesar 44,8 persen.

Survei dilakukan pada 7-12 April 2017 menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden dalam survei sebanyak 782 orang, yang tersebar di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. 

Kenyataannya pada real count yang ditetapkan KPU hasilnya secara keseluruhan Anies-Sandi memperoleh 57,95 persen suara. Sementara itu, Ahok-Djarot meraih 42,05 persen. (*)