Usai Sukses dalam Pembangunan, Ini Target Maulana di Tahun 2026 Untuk Kota Jambi Bahagia

Jambi, Koranjambi.com – Di tahun pertama memimpin, Wali Kota Maulana terbilang berhasil menjadikan Kota Jambi kembali berseri dan elok dipandang mata. Betapa tidak sejak resmi dilantik pada Februari 2025, Maulana memulai kerjanya dengan melakukan perbaikan infrastruktur jalan hingga ke pelosok kampung dan menjalankan program Kampung Bahagia.

Program Kampung Bahagia gagasan Maulana, tergolong sukses merubah wajah pemukiman warga Kota Jambi yang dulu kumuh menjadi berseri dan tertata rapi. Tidak hanya itu saja sebagai seorang pemimpin, Wali Kota Maulana juga berhasil memupuk semangat dan kekompakan masyarakat untuk bersama sama membangun Kota Jambi.

“Program berbasis gotong royong (Kampung Bahagia) gagasan Maulana berhasil berjalan dengan sukses di tahun pertama kepemimpinannya. Saya melihat program ini membuat warga Kota Jambi menjadi kompak kembali. Baik dari segi pembangunan maupun dalam hal membuat aturan dilingkungan RT, warga selalu bermusyawarah,” ujar Herman, tokoh masyarakat Kota Jambi.

Herman mengatakan, Maulana masih memiliki pekerjaan rumah yang belum terselesaikan selain melakukan pemerataan pembangunan yakni persoalan sampah rumah tangga yang belum tertata dengan baik di tempat penampungan sampah sementara (TPS) di Kota Jambi.

“Soal sampah rumah tangga menjadi persoalan pelik di kota Jambi disepanjang tahun 2025. Tampak sampah berserakan di TPS TPS di Kota Jambi seperti TPS Jalan Purnama, Pak V dan diberbagai TPS lain. Kami berharap Maulana bisa membuat Kota Jambi menjadi bersih dengan pengelolaan sampah yang tertata,” harap Herman.

Menyikapi masalah sampah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi akan meningkatkan penanganan sampah tahun 2026. Penanganan sampah dilakukan mulai dari perumahan warga hingga ke tempat penampungan akhir (TPA) sampah.

Wali Kota Jambi Maulana, pada malam pergantian tahun 2025 di Taman Banjuran Budayo Kota Jambi, (31/12/2025) malam mengungkapkan, Pemkot Jambi terus berjuang mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

Perjuangan tersebut diawali dengan pilar pertama, yakni Kota Jambi Bersih. Untuk itu, Pemkot Kota Jambi akan menerapkan sistem tata kelola sampah tertutup melalui Program Kampung Bahagia.

Dikatakan Maulana, mulai tahun 2026, sekitar 250.000 rumah tangga di Kota Jambi akan mendapatkan layanan pengangkutan sampah langsung dari rumah ke rumah. Jadwalnya disesuaikan sesuai dengan yang ditetapkan setiap rukun tetangga (RT).

“Melalui pengangkutan sampah tersbeut, tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan atau ke TPS liar. Sampah akan dikelola secara bertanggung jawab melalui bank sampah, TPS 3R dan selanjutnya diangkut ke TPA Talang Gulo, Kota Jambi,” katanya.

Maulana mengatakan, mulai Januari 2026, TPA Talang Gulo akan dilengkapi dengan pabrik pengolahan sampah menjadi briket dan produk lainnya yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian pengelolaan sampah tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi.

Tidak hanya soal sampah, Pemkot Jambi juga meningkatkan pengamanan lingkungan tahun 2026. Upaya itu dilakukan dengan memasang kamera pengawas (Closed Cirkuti Television/CCTV) sebanyak 3.200 unit. CCTV tersebut dipasang empat unit di setiap RT. Dua unit CCTV di pasang di gerbang masuk RT dan dua unit dipasang di pintu keluar RT. Jumlah RT di Kota Jambi sendiri mencapai 1.600 RT.

“Jadi kita memasang 3.200 unit CCTV. Seluruh CCTV akan terhubung langsung ke pusat pemantauan di Kantor Wali Kota Jambi dan kantor kepolisian,” ungkap Maulana.

Selain itu Maulana menyampaikan bahwa peningkatan penanganan banjir juga mendapat perhatian khusus Pemkot Jambi tahun 2026,

Dirinya memaparkan, penanganan banjir dilakukan dengan pembangunan Kampung Tangguh. Program tersebut diawali dengan pembebasan lahan pemerintah sekitar 3,9 hektare (ha). Lahan tersebut kini sudah memiliki sertifikat atas nama pemerintah. Setelah itu dilanjutkan pembangunan danau seluas sembilan hektare guna menampung luapan air sistem Sungai Asam, Kota Jambi.

“Danau ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga menjadi kawasan wisata dan ruang publik baru bagi masyarakat,” ucapnya.

Menurut Maulana, program lain yang kini digulirkan meningkatkan pelayanan kepada warga Kota Jambi, yakni pembangunan jaringan gas (jargas) ke permukiman warga. Saat ini program Jargas masih berlangsung, yakni pemasangan pipa jaringan gas ke rumah-rumah warga.

“Jumlah rumah warga Kota Jambi yang ditargetkan terpasang sambungan jargas tahun 2026 mencapai 13.235 rumah. Jargas tersebut akan berfungsi Juni 2026. Melalui jargas ini, setiap keluarga yang rumahnya tersambung jargas akan bisa menghemat pengeluaran atau belanja,” tukasnya. (Ris)