KORANJAMBI.COM

1,3 Juta Formasi CPNS 2021, Ini Jadwal Pendaftarannya

Tahun 2021 secara total (jika tidak ada kebijakan lain yang darurat), pemerintah telah menentukan kebutuhan ASN sekitar 1.300.000

Nama-nama Tanaman Hias Jenis Keladi Atau Talas-talasan

Selain memperindah rumah/taman, tanaman hias dapat menjadi alternatif dalam mengisi waktu saat WFH (Work From Home) berlangsung. Tanaman hias yang banyak diburu para saat ini adalah jenis keladi atau talas-talasan yang mempunyai nama ilmiah Caladium.

Terjerat Kasus Ijazah Palsu, Calon Kades Di Merangin Batal Dilantik

Hazim (44) Batal dilantik sebagai Kades Tunggul Bulin, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin. Hal ini lantaran sang calon kades terjerat kasus pemalsuan ijazah paket B, yang digunakan sebagai syarat pencalonan kades tahun 2020 lalu.

Bejat, Oknum Kiai Cabuli Santriwatinya

Polisi segera bertindak, Bukti dan saksi dukumpulkan. Tak butuh waktu lama, pimpinan ponpes berinisial S ini berhasil diciduk di rumahnya dan digelandang ke Polres Jombang. Dari pemeriksaan, akhirnya mengembang. Santri yang dicabuli bukan hanya D. Tapi ada lima santri cantik lainnya. Bahkan, pimpinan ponpes ini juga menyetubuhi salah satu di antaranya.

Pendaftaran SNMPTN 2021 Rabu Besok Ditutup

Besok Rabu (24/2/2021) adalah penutupan pendaftaran SNMPTN 2021, hal ini sudah sesuai jadwal yang ditetapkan LTMPT. Peserta wajib menyelesaikan seluruh tahap sebelum deadline dan memperoleh syarat mengikuti seleksi.

Jumat, 26 Februari 2021

Bocah 10 Tahun Jadi Korban Pencabulan Kakak Iparnya Hingga Meninggal

bocah 10 tahun meninggal setelah di cabuli kakak iparnya


Koranjambi.com, AR (29) diamankan pihak kepolisian Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (24/2), sekitar pukul 16.30 Wita. Kepada Polisi, AR mengakui perbuatannya. 

Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono, membenarkan penangkapan tersebut, saat ini, tersangka dipindah ke Mapolres Bima, guna menghindari amukan dari warga.

"AR sendiri mengaku takut karena sesaat sebelum korban meninggal, namanya sempat disebut oleh korban," ucap Haryo, Jumat (26/2/2021).

"Untuk mempercepat proses pembuktian kasus (pencabulan) tersebut, tim kami sedang melakukan pemeriksaan beberapa saksi dan mengumpulkan alat bukti", tambahnya.

Kasus ini ditangani Unit PPA Sat Reskrim Polresta Bima. "AR merupakan kakak ipar korban," sebut Haryo.

Baca Terjerat Kasus Ijazah Palsu, Calon Kades Di Merangin Batal Dilantik

Secara terpisah, Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto nengatakan AR tak sekali ini saja melakukan pencabulan. Sebelumnya, dia lolos dari jerat pidana karena pihak korbannya bersedia dimediasi oleh warga.

"Terduga AR sering melakukan perbuatan serupa, namun berhasil dimediasi oleh warga", tandas Artanto.

Dia kemudian meminta keluarga si bocah 10 tahun menahan diri dan mempercayakan penanganan kasusnya kepada penyidik kepolisian.

Sebelumnya, bocah berusia 10 tahun asal Kota Bima meninggal dunia di puskesmas. Korban diduga menjadi korban kekerasan seksual.

"Korban meninggal di ruang IGD Puskesmas Paruga. Diduga akibat kekerasan seksual oleh orang yang belum diketahui identitasnya," ungkap Kasubag Humas Polres Kota Bima Ipda Ridwan dalam keterangannya Rabu (24/2/2021).

Sebelum meninggal, korban mengalami gejala demam hingga kejang-kejang serta muntah darah. Ridwan menyebut dugaan korban dicabuli setelah dokter puskesmas melakukan pemeriksaan menemukan adanya luka robekan pada kemaluan korban. Dokter juga menemukan luka lebam pada lubang dubur korban.

"Keterangan dari dokter yang menangani bahwa selain mengalami demam, terdapat robekan pada selaput dara dan vagina serta lubang anus dalam keadaan lebam," jelasnya.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas pagi tadi. Saat itu korban dalam keadaan demam tinggi serta muntah darah.

Namun korban kemudian dinyatakan meninggal dan diperiksa oleh tim Inafis Polres Kota Bima. Setelah itu, korban dibawa ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan.(*)


Sumber detik.com

Terjerat Kasus Ijazah Palsu, Calon Kades Di Merangin Batal Dilantik

kasus ijazah palsu calon kades di merangin batal dilantik

Koranjambi.com, Hazim (44) Batal dilantik sebagai Kades Tunggul Bulin, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin. Hal ini lantaran sang calon kades terjerat kasus pemalsuan ijazah paket B, yang digunakan sebagai syarat pencalonan kades tahun 2020 lalu.

Mendapat informasi adanya indikasi pemalsuan ijazah tersebut, kepolisian segera melakukan penyelidikan dan meminta sejumlah keterangan pihak terkait seperti Dinas PMD Kabupaten Merangin.

Dari hasil penelusuran, ternyata ditemukan perbedaan antara yang dimiliki Hazim dengan Abdul Rahman yang memiliki ijazah paket B. Ijazah dengan nomor 390, atas nama Hazim tersebut dikeluarkan oleh Kantor Departemen Pendidikan Dan Kebuadayan Kabupaten Sarko tahun 1999 silam.

Polisi langsung menahan Hazim, hal ini dibenarkan oleh Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy. Informasi pemalsuan itu juga dilaporkan oleh pesaingnya, 7 November 2020 lalu yang merasa dirugikan atas perbuatan Hazim. 

"Sudah kita tahan sejak tanggal 15 Februari 2021 lalu," ujar Irwan.

Baca Kasus Ijazah Palsu Jambi, Hasilnya Digunakan Untuk Kebutuhan Hidup

Tak hanya Hazim, Polisi juga mengamankan Muhammad Sidiq Ali (61), yang berperan sebagai pembuat ijazah palsu paket B untuk Hazim.

“Dia (M Sidiq Ali) pernah jadi petugas di Sanggar Kegiatan Belajar, sehingga mempunyai akses melakukan perbuatan itu. Keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” terang AKBP Irwan Andy.

Akibat perbuatannya, Hazim dan Muhammad Sidiq Ali dijerat dengan pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP tentang pidana pemalsuan surat dengan ancaman 6 tahun penjara. 

Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Merangin, Andre menyebutkan pihaknya akan mematuhi proses hukum yang berlaku. "Proses hukum silahkan berjalan, kita menghormati itu," katanya. 

Baca Seorang Janda Dijambret Saat Hendak Pergi Kerja

Namun berjalannya kasus ijazah palsu tersebut, Hazim diketahui telah mengajukan surat pengunduran diri dari kepala desa. "Di tengah perjalanan sebelum pelantikan yang bersangkutan ada buat surat permohonan pengunduran diri," tutup andre.  

Surat tersebut dilayangkan ke Badan PMD Merangin sekitar awal bulan Februari 2021 lalu. Dengan terjeratnya kades tersebut, untuk jalannya roda pemerintahan tingkat desa akan dipimpin oleh pejabat sementara yang telah ditunjuk sebelumnya.(*)


Telah terbit di jambi-independent.co.id

Kamis, 25 Februari 2021

Seorang Janda Dijambret Saat Hendak Pergi Kerja

janda kena jambret di kota jambi


Koranjambi.com, Telah terjadi kasus penjambretan di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanipura, Kota Jambi pada Rabu (21/2/2021) pukul 06.30 WIB. Korbannya adalah seorang pegawai kebersihan di RSUD Raden Mattaher, Jambi. Siham Nursila (46) warga Simpang Rimbo, Kota Jambi.

Akibatnya, korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit, usai terjatuh dari motornya. Informasi yang diterima Jambi Independent, Siham Nursila dijambret saat hendak berangkat kerja.

Aripin, adik korban mengatakan, dirinya tidak terlalu tahu bagaimana kronologisnya. Dia hanya mendapatkan kabar, kalau kakaknya dilarikan ke rumah sakit.

“Kondisi kakak saya terbaring tidak sadarkan diri. Mengalami pendarahan di rahang dan hidungnya mengeluarkan darah. Tangan sebelah kirinya juga lecet,” terang Aripin.

Masih Kata Aripin, informasi yang diterima, saat itu kakaknya berangkat kerja dengan mengendarai motor Beat BH 5255 VE. Namun setibanya di TKP, Siham Nursila diduga tidak menyadari telah diikuti dua orang tak dikenal.

Pelaku pun memepet Siham Nursila dan merampas tas yang dikenakannya. “Kalau untuk pelaku kurang tahu pakai motor apa. Namun pelaku ada dua orang, yang diambil hanya tas. Berisi uang Rp 50 ribu dompet dan tasnya dibawa lari,” jelasnya.

Baca 1 Maret 2021, SD dan SMP Di Kota Jambi Mulai Melakukan Sekolah Secara Tatap Muka

Atas kejadian itu, keluarga Siham Nursila pun segera membuat laporan di Polsek Telanaipura agar dapat segera ditindak lanjuti.

Sementara itu, Kapolsek Telenaipura, AKP Yumika membenarkan atas kejadian jambret tersebut dan pihaknya juga sudah menerima laporan yang telah dibuat oleh keluarga korban.

“Saat ini untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan. Kita juga masih minim petunjuk, dikarenakan korban masih belum bisa bicara,” pungkasnya.(*)


telah terbit di jambi-independent.co.id

1 Maret 2021, SD dan SMP Di Kota Jambi Mulai Melakukan Sekolah Secara Tatap Muka

sd dan smp di kota jambi sekolah secar tatap muka

Koranjambi.com, Pemerintah Kota Jambi telah memutuskan, bahwasanya proses belajar mengajar secara tatap muka, untuk tingkat SD dan SMP akan dumulai pada 1 Maret 2021.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, segala persiapan sudah dilakukan pemerintah Kota Jambi, untuk menjalankan proses pembelajaran secara tatap muka (PTM) ini. Kemarin, Rabu (24/2/2021) telah dilakukan rapat koordinasi oleh Dinas pendidikan bersama para sekolah se Kota Jambi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Mulyadi mengatakan, pelaksanaan Pelajaran Tatap Muka pada 1 Maret nanti merupakan instruksi Walikota Jambi. Dalam persiapan PTM sebut Mulyadi, pihaknya sudah turun dan mengecek ke sekolah-sekolah terkait persiapan sarana dan prasaran protokol kesehatan.

“Kita sudah melakukan rapat dengan semua kepala sekolah, mulai PAUD, TK, SD SMP baik negeri maupun swasta. Juga sudah rapat dengan tim gugus tugas untuk memastikan semua sekolah mematuhi dan memenuhi kriteria prokes,” ujarnya.

PTM pada 1 Maret nanti sebut Mulyadi, tidak lagi dilakukan banyak sesi. Hanya ada 1 sesi untuk setiap harinya. “Hanya masuk satu sesi setiap hari,” imbuhnya.

Baca KPK Geledah Rumah Anggota DPR RI Asal Jambi Ihsan Yunus Terkait Kasus Bansos

Nantinya sebut Mulyadi, belajar tatap muka akan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB. Paling lama anak di sekolah hanya 3,5 jam.

“Memang tidak semua anak wajib PTM. Bagi orang tua yang bersedia saja. Yang tidak bersedia, tetap dilakukan daring,” ujarnya.

Saat ini kata Mulayadi, untuk tingkat SD sedikitnya 85 persen orang tua siap untuk anaknya belajar tatap muka, dan tingkat SMP ada sebanyak 87 persen siap tatap muka.

“Angka ini masih bisa bergerak, dalam arti ketika porses PTM berjalan, ada orang tua yang minta untuk PTM maka bisa dilakukan,” katanya.

Berkaitan dengan PTM ungkap Mulyadi, akan dilakukan simulasi hari ini (Kamis, red) untuk memastikan betul pada Senin nanti berjalan dengan baik belajar tatap muka.

“Senin langsung belajar, tidak ada gotong royong dan lain sebagainya. Nanti simulasi akan dilakukan di SMP 22, 5, 11, dan SMP 4. Untuk swasta akan ada simulasi di SMP Nurul Ilmi II, SMP Muhammadiyah, dan SMP Pelita Raya,” tuturnya.

Ditambahkan Sugiyono, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Jambi, bahwa saat PTM nanti, kantin di sekolah belum boleh buka, termasuk juga kegiatan ekstrakurikuler belum boleh.

“Kantin di luar pagar sekolah, pihak sekolah harus lakukan komunikasi persuasif. Jika masih bandel, pihak sekolah harus kontak Satpol PP, kita sudah lakukan rapat dengan Satpol PP,” tuturnya.

Selanjutnya untuk tenaga pengajar dan tenaga penunjang di sekolah dan Dinas Pendidikan dilakukan uji swab secara bertahap. Sehari ada 150 orang guru dilakukan uji swab di Labkesda Kota Jambi.

“Ini utk menjamin betul pelaksanaan PTM mengikuti prokes ketat. Pendidikan tetap berjalan baik dan berkualitas,” katanya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Jasrul mengatakan, belajar tatap muka ini memang sangat diharapkan oleh para orang tua murid.

“Walaupun sudah tatap muka, namun harus tetap memenuhi prokes ketat. Jangan sampai nanti ada klaster sekolah. Kami sangat mendukung,” katanya.

“Orang tua juga harus lebih mmeperhatikan anak, terutama jadwal penjemputan, jangan nanti anak pulang pukul 10.00 Wib, tapi dijemputnya pukul 13.00 wib, hingga akhirnya timbul kerumunan di sekolah,” tambahnya.(*)


telah terbit di jambione.com

Rabu, 24 Februari 2021

KPK Geledah Rumah Anggota DPR RI Asal Jambi Ihsan Yunus Terkait Kasus Bansos

rumah ihsan yunus anggota dpr ri asal jambi

Koranjambi.com, Penyidik KPK menggeledah rumah yang diduga milik anggota DPR RI Asal Jambi Ihsan Yunus. Penggeledahan tersebut terkait kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Corona.

Rumah yang diduga milik Ihsan Yunus itu berada di Jalan Kayu Putih Selatan I, Pulogadung, Jakarta Timur. Ihsan Yunus merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.

Saat ini penggeledahan masih dilakukan di dalam rumah dua lantai tersebut. Gerbang rumah itu tampak ditutup rapat dan dijaga ketat.

Baca Perbaikan Jalan Renah Pemetik Kerinci Cuma Dianggarkan Rp 800 Juta

Kasus korupsi bansos Corona ini menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

KPK sempat melakukan rekonstruksi kasus tersebut pada 1 Februari 2021. Dalam rekonstruksi itu mencuat nama anggota DPR RI asal Jambi Ihsan Yunus. Ihsan memperagakan bertemu dengan tersangka Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos).

Dari rekonstruksi itu terungkap dugaan Ihsan diduga terlibat dalam pusaran korupsi ini. Selain adanya pertemuan, seorang perantara Ihsan Yunus bernama Agustri Yogasmara alias Yogas diperlihatkan dalam adegan berikutnya menemui Matheus Joko dan Deny Sutarman.

Dalam adegan ke-6, ada transaksi pemberian uang sebesar Rp 1,5 miliar dari tersangka Harry Sidabuke ke Yogas. Sedangkan di adegan 17, Yogas kembali menerima 2 unit sepeda Brompton dari Harry.

Pemberian uang Rp 1,5 miliar dan 2 unit sepeda Brompton itu belum diketahui apa ada keterkaitan dengan Ihsan Yunus atau tidak. KPK masih enggan membeberkan terlebih dahulu.(*)


Sumber detik.com.

Perbaikan Jalan Renah Pemetik Kerinci Cuma Dianggarkan Rp 800 Juta

anggaran perbaikan jalan renah pemetik cuma 800 juta


Koranjambi.com, Jalan Renah Pemetik yang menghubungkan Empat Desa yakni Pemetik Kecil, Pasir Jaya, desa Lubuk Tabun dan Sungai Kuning , kecamatan Siulak Mukai, Kerinci yang sudah puluhan tahun rusak, hanya dianggarkan Rp 800 juta oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas PUPR Kerinci. 

Hal tersebut sangat disesali warga, padahal, jalan Renah Pemetik merupakan jalan utama warga untuk keluar masuk desa, dan juga sebagai jalan warga membawa hasil produksi perkebunan dan pertanian. 

Har, salah seorang Peladang di Renah Pemetik, mengatakan bahwa jalan Renah Pemetik memang cukup terisolir di kabupaten Kerinci. Selain jauh bahkan jalannya pun kurang diperhatikan pemerintah. 

"Ya, kami di Renah Pemetik terisolir nian, coba lihat kondisi jalan yang puluhan tahun tidak pernah diperbaiki," ujar Har.

Baca Oknum Perawat Dilaporkan ke Polisi Dengan Dugaan Pelecehan Terhadap Pasien

Jalan tersebut, tahun 2021 ini akan dibangun atau diperbaiki, itu pun dana yang dianggarkan hanya Rp 800 juta.  Padahal warga sangat membutuhkan perbaikan jalan.

"Kalau Rp 800 juta dianggarkan berapa nian panjang jalan yang bisa diperbaiki Pemerintah, Paling-paling hanya beberapa meter saja. Coba lihat jalan lain, anggarannya sampai Milyaran, "sesalnya. 

Hal senada juga diungkapkan Deni salah seorang warga, dia menuturkan sebelumnya dijanjikan akan diperbaiki tahun ini oleh Pemerintah tahun ini warga cukup senang. Namun, setelah mengetahui dana yang dianggarkan Rp 800 juta, membuat  warga kecewa. 

"Kalau cuma dana 800 juta paling hanya nimbun jalan beberapa meter saja, tidak bisa diaspal, padahal sebelumnya kami sangat harapkap bisa diaspal dianggarkan lebih Rp 1 Milyar, tapi ini sangat kecil," ungkap Deni.

Baca Saksi Paslon 03 Pilgub Jambi di MK Mentahkan Permohonan Paslon 01

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Maya Novefri, mengatakan, direncanakan pada awal tahun 2021 ini tepatnya di akhir bulan Februari, Dinas PUPR Kerinci akan memulai untuk melakukan perbaikan jalan Renah Pemetik dengan total anggaran Rp 800 juta.

"Pelaksanaannya melalui swakelola, dimana Dinas PUPR Kabupaten Kerinci menyiapkan seluruh alat dan material," jelasnya. 

Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR tidak menargetkan berapa panjang jalan yang akan diperbaiki, namun Dinas PUPR akan menentukan titik-titik atau spot yang mengalami kerusakan paling parah untuk dilakukan perbaikan.

"Dengan anggaran tersebut, kita harapkan kerjasama dari masyarakat setempat untuk ikut membantu, agar perbaikan jalan tersebut bisa dilaksanakan secara maksimal," tutup Maya.(*)


Sudah terbit di jambione.com 

Selasa, 23 Februari 2021

Oknum Perawat Dilaporkan ke Polisi Dengan Dugaan Pelecehan Terhadap Pasien

perawat lakukan dugaan pelecehan ke pasien

Koranjambi.com, Seorang perempuan berinisial DIS (19), melaporkan seorang perawat rumah sakit dengan dugaan pelecehan ke Polrestabes Surabaya, Selasa (23/2/2021). 

Dugaan pelecehan tersebut terjadi pada Minggu (21/2/2021), saat itu, Dis dalam keadaan sakit lambung dengan kondisi tidak sadarkan diri. Dia dilarikan ke rumah sakit oleh suami dan temannya. 

Dis mengaku telah sadarkan diri saat tiba di rumah sakit. Tiba di rumah sakit Dis langsung dibawa masuk ke ruang IGD oleh perawat laki-laki dan langsung dilakukan pemeriksaan. Saat itulah Dis mengaku mengalami pelecehan oleh perawat tersebut.

"Karena waktu itu saya dari rumah dibawa ke Rumah Sakit Haji Surabaya oleh suami saya, dalam keadaan tidak sadarkan diri. Setiba di depan ruang IGD itu saya sudah sadar dan memang sadar diri. Habis itu saya dibawa masuk ke IGD, dan diperiksa oleh perawat laki-laki. Cuma saya dan perawatnya aja masuk di ruang IGD tersebut," aku DIS kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (23/2/2021).

Baca Pendaftaran SNMPTN 2021 Rabu Besok Ditutup

Menurut DIS, dugaan pelecehan itu terjadi saat pemeriksaan tensi dan juga tekanan jantung. "Saat memasang tensi dan melepaskan tensi. Saya sadar (waktu diperiksa), tapi saat itu lemas, habis pingsan, saya kan sakit lambung," imbuhnya.

Setelah itu, lanjut DIS, perawat tersebut sempat menanyakan identitasnya. Namun oleh DIS tidak dijawab. Kemudian terlapor meninggalkannya di IGD, tidak lama sebelum suaminya dan seorang dokter datang. DIS lalu menceritakan kejadian tersebut ke suaminya. 

Terpisah, Kasubag Humas RS Haji Sukolilo Surabaya, Djati Setyo Putro mengatakan, pihaknya telah mengklarifikasi soal dugaan pelecehan tersebut kepada perawat yang bersangkutan.

Djati menyampaikan, sesuai keterangan perawat tersebut, pasien datang pada Minggu (21/2) sekitar pukul 03.00 WIB. Pasien dalam keadaan pingsan, dengan diantar oleh dua orang laki-laki. Salah satunya suami dari pasien.

"Seperti biasa, kalau pasien masuk IGD, harus masuk triase. Artinya untuk mengarahkan ini kondisi pasien itu gawat atau tidak, atau sedang itu di situ. Pada saat dilakukan penanganan, si suami mendaftar di IGD. Dalam kondisi pingsan tetap dengan SOP yang ada, perawat yang menangani itu melakukan tindakan tensi, suhu dan sebagainya sesuai dengan SOP," papar Djati.

"Karena pasien dalam keadaan pingsan, bahwasanya ditepuk tangan bagian atas lengan kiri itu, dicek, Mbak-mbak nggak mau sadar. Jadi dalam keadaan masih pingsan. Setelah itu dilakukan tindakan lagi, sesuai dengan SOP di dok-dok di tulang dada tengah, di antara dua payudara itu. Seperti orang kena serangan jantung diberi bantuan dasar hidup ditekan-tekan itu. Tidak mengenai payudara," imbuh Djati.

Baca Saksi Paslon 03 Pilgub Jambi di MK Mentahkan Permohonan Paslon 01

Setelah ditangani oleh perawat, pasien sadar kemudian ditangani oleh dokter. Oleh dokter akan dilakukan upaya medis dengan dipasang infus untuk memberikan obat. Namun pasien menolak.

"Oleh dokter mau dipasang suntikan infus itu, barang kali nanti bisa dimasukkan obat bisa seperti di tangan dikasih tempat untuk infus itu. Jadi kalau injeksi masuk, tidak harus disuntik tiap kali. Menurut keterangan dokter dia menolak. Karena menolak dianggap sudah sadar, dipulangkan lah pasien itu, karena sudah sadar dan tidak ada tanda-tanda apapun. Artinya memar tidak ada. Jadi pasien itu normal. Cuma pingsannya karena apa belum ada keterangan," lanjut Djati.

Setelah pagi dipulangkan, kata Djati, pasien melapor ke Polsek Sukolilo. Karena suaminya tidak terima. Kemudian penyidik Polsek mendatangi rumah sakit dan memeriksa CCTV bilik pemeriksaan. Namun tidak ada CCTV karena ruang tersebut ruang privasi pasien.

"Lalu kami dan kepolisian melakukan mediasi pertemuan Hari Senin (22/2). Pasien didampingi suaminya datang ke sini minta klarifikasi dari rumah sakit. Tapi sebelumnya kita sudah rapat dulu, kita tanyain perawat itu apa betul melakukan tindakan itu, menurut pengakuannya tidak melakukan," terang Djati.

Setelah itu, pihak rumah sakit melakukan mediasi berdasarkan kronologis yang dibuat oleh perawat. Namun pihak pasien tetap tidak terima dan ingin dipertemukan dengan perawat secara langsung.

"Minta dipertemukan perawat, lalu kami hadirkan dan perawat itu mengaku tidak melakukan pelecehan. Tapi pasien tetap mengaku dalam keadaan sadar dan mengaku dilecehkan," lanjut Djati.

Selanjutnya Djati mengatakan, RS Haji akan mengikuti proses hukum yang ditempuh oleh pasien. Sebab pihak rumah sakit sudah meyakinkan tidak ada dugaan perbuatan yang dimaksud pasien.

"Iya mengikuti proses (hukum) apa yang dilakukan oleh pihak pasien itu sendiri. Dia mau melapor kita ikuti. Kita sudah berusaha untuk meyakinkan, bahwa tidak ada tindakan ke situ, asusila tidak ada. Karena yang bersangkutan (perawat) tidak mengaku," ungkap Djati.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dugaan pelecehan tersebut dan akan menindaklanjuti laporan tersebut. "Barusan kami terima laporannya dari SPKT, nanti kita akan tindaklanjuti, masih kita dalami dulu. Kita akan cari apakah hal ini benar-benar terjadi. Pasti kita akan melakukan pemanggilan saksi-saksi, siapa yang dilaporkan, kemudian kita memintai keterangan pihak pelapor juga," pungkas Oki.(*)

Telah terbit di detik.com