Jambi, Koranjambi.com – Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmen kuat dalam merombak tata kelola persampahan menjadi lebih modern dan bersih. Langkah nyata ini ditandai dengan peluncuran 8 unit armada Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) di wilayah Kelurahan Paal Merah dan sekitarnya pada Minggu pagi (07/06/2026).
Peluncuran armada baru ini dibarengi dengan penutupan resmi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar yang selama ini berada di pinggir jalan Kebun Sayur, Paal Merah. Penutupan simbolis tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazrah Aljosa, SE. MA., serta jajaran Forkopimcam, Camat, Lurah, dan Ketua RT setempat.
Kolaborasi Armada untuk Paal Merah Bersih
Delapan unit armada OPBM yang diluncurkan merupakan hasil dari optimalisasi program Kampung Bahagia. Untuk memaksimalkan operasional di lapangan, armada ini didukung oleh:
1 unit Gerobak Motor (Germo) dari dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK).
3 unit Germo dari swadaya masyarakat.
1 unit mobil pick-up hasil swadaya masyarakat.
Seluruh armada ini akan melayani wilayah Kecamatan Paal Merah demi menyukseskan transisi sistem pengelolaan sampah Pemkot Jambi.
Atasi TPS Liar Sepanjang 70 Meter
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menegaskan bahwa penutupan TPS Kebun Sayur ini telah melalui kesepakatan bersama antara masyarakat dan aparatur pemerintah setempat, mulai dari tingkat RT hingga Camat.
“Di lokasi ini sebelumnya ada TPS liar yang cukup panjang, sekitar 70 meter. Seringkali sampahnya berserakan hingga ke tengah jalan. Hari ini disepakati ditutup, dan pihak Camat, Lurah, bersama RT sudah menyiapkan langkah edukasi kepada masyarakat,” ujar Maulana.
Maulana menambahkan, gerakan ini menjadi bukti nyata semangat warga dalam mengelola lingkungan. Ia menargetkan seluruh jalan utama dan kawasan permukiman di Jambi nantinya bersih dari tumpukan sampah pinggir jalan berkat sistem OPBM.
Mekanisme Baru: Sampah Dijemput ke Rumah
Dengan berlakunya sistem OPBM, pola pembuangan sampah di Paal Merah kini berubah total. Masyarakat tidak lagi diperbolehkan membuang sampah ke TPS mandiri.
“Sampah akan dijemput langsung oleh petugas dari rumah ke rumah. Dari sana, petugas langsung membawanya ke Depo Transfer Pasir Putih sebelum akhirnya dibuang ke TPA Talang Gulo,” urai Wali Kota.
Jika program OPBM ini sudah berjalan 100 persen di seluruh Kota Jambi, Pemkot akan melangkah ke tahap berikutnya, yaitu pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga).
“Target jangka panjangnya adalah sirkular ekonomi. Sampah yang dipilah bisa menghasilkan nilai ekonomi yang mutarnya kembali ke masyarakat, seperti untuk biaya perawatan Germo dan upah operator. Jadi ke depan, warga tidak perlu membayar iuran sampah lagi,” lanjutnya optimistis.
Disambut Baik Pelaku Usaha Kuliner
Kebijakan tegas ini mendapat respons positif dari warga sekitar, salah satunya Nanik (39), seorang pelaku UMKM kuliner di kawasan Paal Merah. Ia mengaku sangat lega dengan ditutupnya TPS liar tersebut.
“Saya sangat mendukung penutupan TPS ini. Selama ini aroma tidak sedapnya sangat mengganggu, bahkan beberapa pelanggan kami sempat mengeluhkan bau tersebut saat mau makan,” ungkap Nanik.
Agenda peluncuran dan penutupan TPS ini juga turut dikawal oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Jambi, Momon Sukmana Fitra, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Jambi, Wildan Murtadho Al Idrus. (ris)













