Berita  

Cerita Korban Pelecehan Seksual Fetish ‘Kain Jarik’ Gilang Bungkus

gilang bungkus

Foto pocong dengan menggunakan kain jarik dan Gilang (Foto: @m_fikris/Twitter dan @ernestprakasa/Instagram)

 Korban fetish Gilang ‘Bungkus’ Eizan satu demi satu mulai bermunculan dan menceritakan pengalaman mereka. Diketahui, pria yang berkuliah di Universitas Airlangga tersebut ternyata telah melakukan aksi memenuhi fetish-nya sejak 2013.

Nama Gilang Eizan belakangan mencuat lantaran kasus pelecehan seksual fetish kain jarik bermodus penelitian akademik. Gilang disebut memanipulasi para korban agar membungkus diri dengan kain jarik layaknya pocong demi memenuhi kebutuhan seksualnya.

Aksi Gilang tersebut viral setelah akun @m_fikris membeberkannya lewat utas di Twitter. Dari unggahan dan cerita yang dibagikan, Gilang membujuk dan memanipulasi korban agar mau menuruti keinginannya, yakni dibungkus dengan kain jarik.

Dirangkum oleh akun @razaksyarif, korban aksi Gilang satu per satu mulai angkat suara. Dari sana diketahui Gilang melancarkan aksinya sejak 2013 silam, yakni kala masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dan baru berusia 15 tahun.

Juga dengan modus penelitian, Gilang meminta foto @kevin*** saat sedang dibungkus. Padahal, saat itu Kevin merupakan siswa baru di SMA tempat mereka bersekolah, yakni pada tujuh tahun silam.

“Akhirnya viral juga ini orang. Gua pernah jadi calon korbannya waktu tahun 2013, waktu baru masuk SMA,” kata Kevin sambil menceritakan pengalaman kontak dengan Gilang.

Korban lain bahkan lebih muda lagi, yakni masih duduk di bangku kelas 9 SMP. Tepatnya pada Juni 2019 lalu, Gilang membujuk pemilik akun @rrreeegun melalui WhatsApp. Adapun korban disuruh mendatangi rumahnya di Surabaya, tapi kemudian ditolak.

Berikutnya akun @kingbangtal menceritakan kisah yang lebih menyedihkan. Bila @m_fikris mengaku dibungkus oleh temannya, Gilang melakukan aksi bejat tersebut secara langsung kepada @kingbangtal.

“Oh iya gais, enggak sama kayak user @m_fikris ya yang secara virtual. Aku benar-benar dia sendiri yang ngelakuin ke aku. Pas itu zaman mau masuk abis libur semester sebulan dari kampus,” kata @kingbangtal.

Ia menceritakan dirinya dibungkus dengan kain jarik, tapi dalam keadaan tak berbusana. Dalam keadaan sang korban dibalut kain menjadi pocong, Gilang pun melancarkan aksi pelecehan seksualnya. Aksi tersebut terjadi pada Januari 2020 lalu.

Sebelumnya, disebutkan oleh beberapa warganet, aksi Gilang sudah sempat ketahuan pada 2018 silam. Ia bahkan sempat diarak warga dan diminta membuat permintaan maaf lewat papan tulis. Namun, kini ternyata Gilang masih melakukan aksi bejatnya tersebut.

Banyak pula akun lain yang mengaku sempat dihubungi Gilang. Tak sedikit yang merespon dan berakhir jadi korban pria bernama lengkap Gilang Aprilian Nugraha Pratama itu. Meski begitu, ada pula yang mengabaikan pesan dari sang predator seksual tersebut.

Hingga kini, akun @razaksyarif masih terus menambahkan korban-korban Gilang yang akhirnya buka suara. Kemungkinan jumlah korban pelecehan seksual masih akan bertambah lantaran pria asal Banjarmasin tersebut aktif di berbagai platform media sosial.

sumber : jambiseru.com