Pencarian terhadap Zaki terus dilakukan hingga ber minggu minggu kemudian.
*
Di satu sisi, Zaki terbangun setelah seseorang menggoyang goyang tubuhnya dengan keras. Ia kaget ketika membuka mata, ternyata dirinya berada di dalam satu kamar gelap dengan 5 anak sesusianya. Semua anak laki laki.
“Aku di mana?”
Kata Zaki kepada orang yang membangunkannya. Seorang bocah berwajah pucat, kepala botak, beralis tebal, bertubuh kurus.
“Sss… jangan ribut. Nanti dimarahin Datuk.”
Ucap bocah bernama Wandi itu.
Zaki duduk. Melihat ke atas, ke kiri, ke belakang, ke depan, lalu berusaha berdiri. Tetapi Wandi menahannya.
“Sudah… duduk saja. Makin kau tenang, makin aman kamu.”













