Sekarang ia terpaksa berada di kamar gelap ini, bersama anak anak lain yang serupa nasibnya dengan dia.
“Sekarang Hantu Mangun, mana?” tanya Zaki.
“Ayo Zaki, giliran kamu ikut aku!”
Tiba tiba mahluk besar tinggi berjubah hitam muncul di tengah tengah ruangan. Wajahnya tak kelihatan. Zaki kaget sampai punggungnya menempel ke dinding di belakang tubuhnya.
“A… apa!”
“Berdiri! Ikut aku!”
Teriak mahluk itu. Wandi membantu Zaki berdiri. Sambil berbisik agar Zaki menuruti semua perkataan Hantu Mangun itu.
Hantu itu mencengkeram tangan Zaki, lalu dengan cepat dia terbang sambil membawa zaki di tangan sebelahnya.
Tengah malam buta itu Zaki melihat dari atas betapa luas kebun sawit di kampungnya itu. Di bawah sinar bulan, ia bisa melihat beberapa pondok dalam kebun sawit itu, masih dihuni orang karena terlihat api unggun yang masih menyala.













