Saksi Kasus Suap RAPBD Jambi Aliang Bantah Berikan Uang Rp 1 Miliar

sidang kasus suap rapbd jambi

Koranjambi.com, Sidang lanjutan kasus suap 'uang ketok palu' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018, dengan terdakwa tiga mantan pimpinan DPRD Provinsi Jambi, yakni Cornelis Buston, AR Syahbandar, dan Chumaidi Zaidi, berlanjut hari ini Kamis (10/12).

Baca Dewan Pakar Haris-Sani Nasroel Yasir : Kemenangan Ini Kita Jaga Sampai Pleno KPU

Sejumlah pengusaha rekanan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi mengaku pernah memberikan pinjam uang baik melalui Dody Irawan (mantan Kadis PUPR Provinsi Jambi), Apif Firmansyah (mantan orang dekat Zumi Zola), maupun lewat Imanudin alias Iim.

Pengakuan disampaikan oleh Kendri Arion alias Akeng, Hendri Attan alias Ateng, serta Andi Putra Wijaya. Namun Hardono alias Aliang mengaku tidak pernah memberikan pinjaman uang kepada Dody, Iim, atau Apif Firmansyah.

Baca Tim Advokasi Haris-Sani Instruksikan Relawan Kawal Suara di KPU

Hal ini disampaikannya ketika ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupai (KPK)dalam persidangan. "Saya tidak pernah," tegasnya.

Namun menurut jaksa, Aliang pernah memberikan uang Rp 1 miliar lewat Hendry.

"Saudara sudah disumpah, ada konsekuensi dan ancaman hukumnya kalau berkata bohong," ujar jaksa mengingatkan Aliang agar memberikan keterangan yang benar.

Baca Update Real Count KPU Jambi, Haris-Sani Unggul 38,6 Persen, Suara Masuk 46,87 Persen Pukul 12.09 WIB

"Apakah suadara pernah memberikan uang 1 miliar," tanya jaksa lagi.

Aliang tetap membantah bahwa dirinya tidak pernah melakukan itu. Dia juga menegaskan bahwa dirinya tetap pada keterangannya. "Saya tetap pada keterangan saya," tegasnya.(*)



Sudah terbit di Metrojambi.com