Wartawan Sempat Diusir Saat Meliput Rapat Pleno di Kecamatan Jambi Selatan ~ KORANJAMBI.COM

Jumat, 11 Desember 2020

Wartawan Sempat Diusir Saat Meliput Rapat Pleno di Kecamatan Jambi Selatan

rapat pleno pilgub jambi di kecamatan jambi selatan

Bawaslu Kota Jambi: Wartawan Boleh Liput Rapat Pleno PPK Kecamatan

Koranjambi.com, Sebagian besar Kecamatan di Provinsi Jambi melaksanakan pleno penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Jumat (11/12).

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Baswaslu) Kota Jambi, Ari Juniarman,  menegaskan wartawan boleh dan dipersilahkan meliput rapat pleno panitia penghitungan suara  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi 2020.

Baca Charta Politika Ragukan Kemenangan CE- Ratu Berdasarkan Hitung Cepat

Menurut Ari,  pihaknya mempersilahkan wartawan meliput aktivitas tersebut, dan sebaiknya berkoordinasi dengan KPPS setempat.

"Boleh kok. Kalau dari pihak saya untuk wartawan silahkan untuk meliput. Tapi untuk lebih jelasnya, silahkan konfirmasi ke pihak KPPS setempat," kata Ari, Jumat 11 Desember 2020.

Pernyataan Ketua Bawaslu ini disampaikan menyusul insiden di Kecamatan Jambi Selatan saat wartawan fakta.co, ditolak oleh beberapa oknum di kantor tersebut, saat akan meliput rapat pleno yang akan mereka lakukan ada Jumat pagi ini.

Menurut Budi, wartawan Fakta.co, insiden itu bermula sekira pukul 10.15 wib, saat dirinya sudah masuk ke ruangan rapat di lantai dua ruang mufakat Kantor Kecamatan Jambi Selatan.

Baca Opini Musri Nauli Keunikan Pilkada Jambi 2020

Tak sampai dua menit ada seorang wanita mendekatinya dan menanyakan identitas. Budi lantas menjelaskan identitas diri.  Namun tak berapa lama datang lagi seorang perempuan juga menanyakan identitas. Sebentar kemudian tiba-tiba datang seorang laki-laki mempertanyakan kembali. 

Pria tersebut kemudian menyuruh Budi untuk keluar dari ruang rapat pleno. Dengan alasan media tidak boleh meliput termasuk mengambil foto.

Baca 19 Kecamatan di Merangain Pleno Hari Ini, Penyelenggara Diingatkan tidak Merugikan Paslon

Budi mengaku sempat  berdebat. Namun karena tetap tidak mendapat izin, dirinya terpaksa keluar dari ruangan.

Atas kejadian itu, Budi menelpon Ketua Bawaslu  Kota Jambi dan menanyakan perihal pelarangan itu.

Usai menelpon Ketua Bawaslu, ada seorang anggota PPK Jambi Selatan  menemuinya dan menjelaskan bahwa kejadian tersebut hanya miskomunikasi.(*)