Kawasan Wisata Danau Sipin Belum Ditata Secara Maksimal

kawasan wisata danau sipin jambi


Koranjambi.com, Sebagai wisata dalam Kota Jambi, sudah sewajarnya jika Kawasan Danau Sipin di tata sedemikian rupa sehingga memberikan rasa nyaman bagi pengunjung.

Kabag Ekonomi Pemkot Jambi, Evridal Asri mengakui jika kawasan wisata Danau Sipin tersebut belum tertata secara maksimal dari pedagang kaki lima (PKL)

Evridal juga mengatakan, hal ini lantaran belum adanya badan yang mengurus mengenai wisata tersebut. Sehingga, saat ini untuk penataan PKL masih koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan setempat menjelang adanya badan yang mengurus kawasan wisata tersebut.

Saat ini, kata dia pedagang dapat melapak, namun tidak diperkenankan di wilayah jogging track.

"Karena jogging track ini khusus untuk para pengunjung yang ingin menikmati kawasan wisata. Untuk jogging dan sebagainya, sehingga tidak terganggu dengan lapak pedagang. Kita juga inginkan keindahan dari wisata yang telah diinisiasi oleh wali kota," jelasnya.

Baca Menteri Sosial Berkunjung ke Jambi dan Beri Perangkat Komputer Pada SAD

Ke depan, kata dia jika sudah terbentuk BUMD untuk menangani kawasan wisata ini, para pedagang dapat benar-benar ditata dan bisa berjalan sesuai koridor.

"Harapannya BUMD yang saat ini sedang digarap mudah-mudahan tahun ini bisa berdiri dan menjalankan pengelolaan pariwisata itu," kata dia.

Sebelumnya, pengelolaan Rest Area Danau Sipin dipertanyakan pihak RT Kelurahan Sungai Putri, lantaran belum ada pengelolaan dari pihak Pemerintah Kota Jambi.

Amrin, Ketua RT di Sungai Putri mengatakan hingga saat ini belum ada pengurusan dan pengelolaan dari pemerintah terkait mekanisme di Rest Area tersebut. Padahal, kata dia pengunjung di danau tersebut cukup banyak dan akan membludak saat akhir pekan atau hari libur.

"Kalau akhir pekan bisa ribuan pengunjung, sementara pengelolaannya belum ada dari pemerintah. Banyak masyarakat yang mengembangkan sendiri. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, bagaimana?," bebernya.

Amrin berharap agar pengelolaan rest area tersebut dapat segera ditindak lanjuti sehingga warga dapat terorganisir.(*)


Sudah terbit di jambi-independent.co.id