Sekolah Secara Tatap Muka Kembali Ditunda Untuk Semua Tingkatan di Kota Jambi

jadwal sekolah tatap muka di kota jambi

Koranjambi.com, Proses belajar secara tatap muka untuk tingkat SMA yang sebelumnya direncanakan dimulai pada 18 Januari 2021 masih harus tertunda. Hal ini karena tim harus turun ke lapangan untuk memverifikasi faktual tentang kesiapan sekolah melaksanakan tatap muka.

Dikutip dari Jambione.com, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi, Bukri melalui Kepala Bidang (Kabid) SMA Provinsi Jambi, Misrinadi mengatakan bahwa proses verifikasi akan dimulai pada Senin 18 Januari 2021.

"Tim akan mulai memverifikasi Senin, tentang kesiapan sekolah untuk melaksanakan tatap muka. Jadi masih tertunda seminggu lagi. Keputusannya kita sudah ada rapat pimpinan kemarin dan hari ini di tingkat Kasi memutuskan kita harus kelapangan," ujar Misrinadi, saat ditemui di ruang kantor Disdik Provinsi Jambi, Jumat (15/1).

Baca SY Fasha Tunda Pembelajaran Tatap Muka di Kota Jambi

Hal yang sama terjadi untuk tingkat TK, SD, SMP, di Kota Jambi, dimana sebelumnya dijadwalkan dimulai pada Senin 18 Januari 2021 juga masih harus tertunda.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha menunda pembelajaran tatap muka dikarenakan tren penularan Covid-19 masih tinggi.

“Tanggal 18 Januari tidak jadi dilaksanakan sistem pembelajaran tatap muka, sistem pembelajaran masih dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh secara dalam jaringan (daring),” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Jambi, Kamis.

Dijelaskan Syarif Fasha, Pemerintah Kota Jambi masih harus memperhatikan tren pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan trend pasien yang sembuh. Sehingga penundaan sistem pembelajaran tatap muka tersebut ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Positif Covid-19, Cornelis, Syahbandar dan Chumaidi Zaidi Dirawat di Wisma Atlet

Namun jika pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 alami penurunan, dan pasien meningkat, maka sistem pembelajaran tatap muka tersebut akan dilaksanakan. Dan pelaksanaannya tetap dengan protokol kesehatan Covid-19.“Sifatnya situasional, kita lihat saja nanti jika pasien terkonfirmasi positif menurun jumlahnya maka pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan,” kata Syarif Fasha.(*)