Ancol Jambi Ditertibkan dari PKL

penertiban ancol jambi dari pkl


Koranjambi.com, Pemerintah kota Jambi bersama Pemerintah Provinsi Jambi melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Jembatan Pedestrian Gentala Arasy dan Taman Tanggo Rajo Ancol Kota Jambi.

Penertiban ini dipimpin langsung Asisten III Pemerintah Kota Jambi Ridwan. Dia mengatakan, kedepannya kawasan ancol ini akan ditata sehingga menjadi tempat yang asik untuk berekreasi dan jauh dari kesan kumuh.

“Kita akan menata kembali para pedagang ini untuk kedepannya supaya lebih tertib dan rapi,” katanya, kemarin (15/2).

Para pedagang kuliner yang biasa berjualan di sepanjang pinggiran sungai Batanghari atau di bawah Jembatan Pedestrian Gentala Arasy hanya boleh berjualan pada pukul 17.00-22.00 WIB. Tidak boleh meninggalkan gerobak atau lapak di lokasi.

Baca Rampok Cabul, Korban yang Datang Bulan Dipaksa Oral Seks

Ridwan menyebutkan, nantinya kawasan tersebut akan dibangun destinasi wisata, tempat penampungan, dan tempat peristirahatan agar seperti di beberapa daerah lain yang tertib.

Sementara Kasat Pol PP Kota Jambi Mustari mengatakan, para pedagang harus mematuhi Perda No 12 Tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan lingkungan. Tidak ada larangan untuk pedagang kali lima (PKL) dalam berusaha, tetapi harus mengatur waktunya dan tidak meninggalkan tempat serta barang dagangan.

Lebih lanjut Mustari mengatakan, setelah berdagang semua barang disimpan sendiri dan selalu dijaga kebersihan supaya tidak meninggalkan kesan kumuh disekitar Ancol. 

“Gerobak serta kursi dibawa pulang agar terlihat bersih,” katanya.

Baca UN Madrasah 2021 di Jambi Ditiadakan

Lurah Pasar Kota Jambi Suhendri mengatakan, terkait pedagang di kawasan Jembatan Gentala Arasy sudah didata pihaknya. Total ada 44 pedagang yang selama ini berjualan di pintu masuk jembatan. Secara keseluruhan termasuk pedagang yang berada di pinggir sungai ada 146 pedagang.

“Pedagangnya direlokasi ke bawah oleh Dinas Pariwisata Provinsi. Kita bantu pendataan,” katanya.

Suhendri mengaku, semua pedagang terakomodir untuk menempatkan lokasi yang disiapkan.

“Memang tadi ada 2-3 yang belum. Tapi sekarang sudah semua,” katanya.

Salah satu pedagang Neza mengatakan, tidak keberatan penertiban yang dilakukan pemerintah.

“Lebih bagus karena akan ditata rapi,” katanya.

Namun sebut Neza, tempat yang disiapakan pemerintah tidak cukup untuk menampung semua PKL yang ada.

“Ada sekitar 10 lebih pedagang lama yang tidak kebagian tempat. Tapi ada orang baru main masuk saja,” katanya.(*)


Sudah terbit di jambione.com