Operasional Angkutan Batubara Distop Sementara


Koranjambi.com, Guna menyambut Natal dan Tahun Baru, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi menghentikan sementara truk angkutan batubara selama puncak arus mudik dan arus balik.

Kabid Transprotasi Darat dan Perkerataapian Dishub Provinsi Jambi, Wing Gunariadi mengatakan pihaknya memprediksi adanya puncak arus mudik yang akan terjadi. Yakni 24 Desember hingga 31 Desember mendatang. Sehingga perlu adanya pembatasan angkutan berat untuk membuat lalu lintas menjadi lancar.

"Khususnya mobil angkutan batubara yang kita hentikan sementara agar tak beroperasi sementara waktu," kata dia, Senin (14/12). Lanjutnya, pemberhentian mobil angkutan batubara ini dilakukan pada 24 Desember dan 25 Desember mendatang. Selanjutnya mobil angkutan batubara boleh beroperasi kembali.

Baca Tim FU-Syafril Benarkan Ribuan Suara Mereka Hilang di Sungai Penuh

Namun, Wing juga menyebutkan bahwa angkutan batubara ini akan kembali diberhentikan sementara pada 31 Desember mendatang. "Nanti kita akan kerjasama dengan ESDM Provinsi Jambi dan berkirim surat ke setiap kabupaten terkait hal tersebut," tambahnya.

Wing menyebutkan, berbeda dengan angkutan barang berupa sembako, tak ada pelarangan dalam pengiriman. Pasalnya, ini merupakan kebutuhan masyarakat yang harus terpenuhi. "Ini kita lakukan agar tak mengganggu arus mudik saat hari raya natal dan tahun baru," sebutnya.

Jika nantinya masih ada angkutan batubara yang bandel, dan memaksakan diri tetap lewat, maka ada sanksi yang diberikan kepada sopir angkutan batubara tersebut termasuk perusahaan tambang batubara.

"Nanti sanksinya bisa teguran, peringatan kepada perusahaan dan ini nantinya wilayah ESDM Provinsi Jambi yang memiliki kewenangan ini," jelasnya.

Baca Suara CE-Ratu di Sungai Penuh Diduga Digelembungkan, Tim Haris-Sani Lapor ke Bawaslu

Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi juga akan melakukan patroli di jalur barat dan termasuk di terminal serta jalan di bagian jembatan Batanghari yang kerap terjadi kemacetan.

"Kita monitoring jika terjadi pelanggaran dan kita akan melihat protokol kesehatan covid-19 di dalam bus angkutan luar maupun dalam provinsi," tandanya.(*)


Sudah terbit di Jambi Independent