PTUN Menangkan Tommy Soeharto Sebagai Pimpinan Partai Berkarya

tommy soeharto menangkan konflik partai berkarya


Koranjambi.com, Konflik di internal Partai Berkarya akhirnya menemui titik terang. Gugatan Muchdi Purwoprandjono untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Berkarya dari tangan Hutomo Mandala Putra atau lebih akrab dengan Tommy Soeharto, gagal. Hal ini setelah keluarnya putusan dari PTUN yang memenangkan putra Presiden RI ke 2 H.M. Soeharto tersebut.

Di Provinsi Jambi sendiri, dualisme kepemimpinan ini juga terjadi. Bahkan saat Pilgub Jambi  lalu, pemilik 1 kursi di DPRD Provinsi Jambi ini tidak masuk dalam partai pengusung pasangan calon, hanya sebagai partai pendukung saja.

Begitu pula dengan kepengurusan. Sebagian kader Partai Berkarya di Jambi bergabung ke kubu Mukhdi PR. Mereka selalu menghadiri kegiatan dan pertemuan yang dilaksanakan oleh Muchdi PR. Pimpinan Partai Berkarya di tingkat kabupaten/kota juga memiliki dualisme kepemimpinan, namun tak semua kabupaten/kota memiliki Plt Ketua DPD Partai Berkarya versi Muchdi PR.

Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Jambi, Ambiar Usman mengatakan, setidaknya ada enam Plt dari sebelas kabupaten/kota di Provinsi Jambi. “Kalau yang dari saya, tetap 11. Kalau yang versi Muchdi, ada sekitar enam orang Plt. Termasuk, anggota dewan yang saat ini menjabat, juga telah mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Muchdi," katanya, kemarin.

Terkait anggota dewan yang mengikuti kegiatan Muchdi, Ambiar menduga anggota DPRD tersebut khawatir ketika Muchdi dinyatakan menang. “Ya maklum, mungkin karena mereka masih baru, jadi ada kekhawatiran itu. Tapi PAW tidak semudah itu, ada tahapannya. Kalau menurut pandangan saya, tidak usah memihak ketika ada persoalan, berdiri di tengah-tengah saja,” katanya.

Baca Viral, Apa Itu Medsos Baru Clubhouse

Meski ada sejumlah kader Partai Berkarya yang sudah membelot, Ambiar tidak menyatakan akan mengenakan sanksi. Ambiar menghimbau agar mereka kembali ke Partai Berkarya pimpinan Tommy Soeharto. “Kami menghimbau, kembalilah ke jalan yang benar. Kita tak ingin mencari musuh. Silahkan kembali, kita mulai menata lagi,” ujarnya.

Namun, bagi mereka yang tidak bersedia kembali, tidak ada paksaan. Lalu, apakah akan didepak dari Partai Berkarya? Ambiar mengatakan, akan diproses sesuai dengan aturan partai.

Sementara itu, konflik internal di tubuh Partai Berkarya ini sudah berjalan selama beberapa bulan. September 2020 lalu, Muchdi PR mendaftarkan gugatan. Selama enam bulan ini, banyak kegiatan yang terganggu. Salah satunya menurut Ambiar adalah pada Pilgub Jambi 9 Desember 2020 lalu. “Kami sudah mendaftar, rupanya tidak bisa. Ya harus bagaimana lagi. Kini saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2024 nanti,” katanya.

Selanjutnya,  menurut Ambiar, Maret ini akan dilaksanakan Munas Partai Berkarya. Semula, Munas dijadwalkan dilaksanakan 2022 mendatang, namun dipercepat. “Karena kondisi ini, jadwalnya dipercepat bulan depan untuk menata kembali. Saya ucapkan selamat kepada Bapak Tommy Soeharto atas ini,” pungkasnya.(*)


Sudah terbit di jambione.com